Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi yang terbaik dalam berbagai hal. Misalnya, terbaik di bidang seni, olahraga, dan lain sebagainya. Namun, untuk mencapai hal itu, tidak semudah membalikan telapak tangan. Kita harus terlebih dahulu mengetahui apa bakat dan minatnya. Agar kita mampu mengasah sisi yang paling cemerlang dari sang anak. Maka kita perlu menempuh berbagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

Namun, dari prestasi membanggakan lainnya tentunya orang tua juga sangat ingin jika anaknya menjadi murid yang berprestasi di sekolahnya. Namun, beban belajar di sekolah saat ini sangat banyak. Sehingga orang tua khawatir sang anak tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik di sekolahnya. Tuntutan pembelajaran yang banyak dari sekolah, membuat setiap pelajar di Indonesia harus cerdik dalam mengatasi persoalan belajar. Banyak program tambahan belajar yang bisa diikuti oleh siswa untuk mengejar ketertinggalan belajarnya. Seperti, mengikuti les di sekolah, mengikuti bimbinganbelajar di ruko, mengikuti les privat di rumah, membuat belajar kelompok dengan teman sekolah dan lain sebgainya.

Pada dasarnya kegiatan belajar tambahan tersebut baik untuk meningkatkan sisi kognitif siswa. Program tambahan belajar di luar sekolah, bisa memastikan bahwa sang buah hati belajar secara teratur dan terarah. Sehingga ia bisa dan mampu memahami pelajaran dengan baik dan bisa mengejar ketertinggalan materi belajar nya di sekolah. Namun, yang harus diperhatikan lebih jauh yakni mengenai efektifitas belajar di luar jam sekolah tersebut. Jangan sampai tujuan baik orang tua untuk memberikan jam belajar tambahan di luar menjadi sia-sia.

Sebelum mengikutsertakan anak pada sebuah program belajar, maka ada baiknya jika orang tua mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada anak. Seperti, apa saja kegiatan sekolahnya, pelajaran apa saja yang masih sangat kurang untuk dipahami oleh sang buah hati, ia menyenangi pelajaran apa saja, apakah bisa mencerna pelajaran dengan baik jika ada banyak orang, apakah butuh suasana tempat belajar yang nyaman dan tenang serta hal-hal lainnya. Berikan pengertian bahwa belajar dengan ditemani seorang pembimbing akan membuatnya belajarnya menjadi jauh lebih baik. Karena biasanya, sang anak akan cenderung menolak jika ia langsung diikutsertakan dalam program bimbingan belajar. Dan dampaknya nati akan menjadi lebih buruk.

Jika sudah mengetahui kebutuhan belajar anak, maka mengikuti program les privat di rumah merupakan pilihan bijak untuk mencapai keefektifan belajar. Mengapa demikian? Karena ada banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang untuk memilih mendatangkan guru ke rumah daripada mengikuti bimbingan belajar di ruko atau program tambahan belajar lainnya. Berikut ini kami jabarkan empat belas (14) alasan orang tua mengikuti program les privat di rumah demi tercapainya hasil belajar yang maksimal :

1. Orang tua sibuk

Di kota metropolitan ini seperti ibukota Jakarta, cukup banyak orang tua yang memiliki jadwal kegiatan yang padat seperti orang tua yang sibuk dalam berkarier dalam pekerjaan, aktif di kegiatan social, akti di kegiatan pemerintahan, keagamaan, sampai wirausahawan yang mobiltitasnya sangat tinggi sehingga tidak dapat memantau kegiatan belajar sang buah hari. Oleh karena itu kegiatan les privat di rumah menjadi wajib agar bisa memenuhi kebutuhan belajar sang anak.

2. Letak bimbingan belajar terlalu jauh

Selain Orang tua yang sibuk juga faktor lokasi bimbingan yang terlalu jauh dari rumah. hal ini sangat berpengaruh dalam efektifitas belajar siswa. Bayangkan jika ke bimbel itu satu kali perjalanan bisa menghabiskan 30 menit. Berarti pulang pergi harus menghabiskan waktu 1 jam. Hal ini bisa membuat stamina anak terlalu letih dan tidak maksimal dalam belajar. Oleh karena itu belajar les privat menjadi hal yang harus di lakukan.

3. Akses ke tempat bimbingan belajar sulit

Selain letaknya yang jauh, terkadang banyak lokasi bimbel yang aksesnya kurang strategis sehingga menyulitkan siswa untuk belajar di bimbel. Hal ini les privat menjadi pilihan utama dalam belajar siswa jika tempat bimbingan belajar tidak strategis.

4. Terlalu banyak siswa dalam satu kelas

Banyak orang tua yang mengeluh tentang belajar di bimbel karena faktor murid yang terlalu banyak sehingga anak tidak bisa mengikuti belajar yang sempurna. Hal ini menjadikan keunggulan les privat ke rumah karena belajarnya satu murid satu guru.

5.Sering bercanda ketika belajar

Banyak orang tua yang mengkhawatirkan kasus ini terlebih banyak siswa yang sangat menyukai bercanda ketika belajar. Seperti belajar di rumah dengan kakaknya atau temannya yang sering kali becanda dalam belajar di karenakan tidak ada sosok guru yang membimbing murid agar terarah dalam kegiatan belajarnya.

6. Pemalu

Siswa yang pemalu sangat sulit sekali menerima pembelajaran di sekolah atau pun di bimbel. Karena siswa yang pemalu tidak memiliki keberanian untuk bertanya terhadap gurunya. Hal ini mendatangkan guru les privat ke rumah akan menjadi solusi untuk siswa yang pemalu.

7. Tidak Percaya Diri

Siswa yang tidak percaya diri dengan siswa yang pemalu hampir mirip. Bedanya siswa yang tidak percaya diri mereka yang tidak memiliki pendirian yang pasti dalam belajar. Contoh, Saat di hadapkan pada soal yang sulit tetapi siswa tersebut ragu dalam menjawab soal tersebut padahal siswa tersebut mengetahui jawabannya. Hal ini kegiatan les privat bisa mendorong rasa kepercayaan diri siswa kembali terhadap gurunya.

8. Jadwal belajar Bimbel bentrok dengan kegiatan lain

Pelajar pada zaman ini, dibebani dengan jam belajar yang padat di sekolahnya. Untuk kegiatan belajar di sekolah, mereka sudah menghabiskan waktu sekitar delapan (8) jam atau bahkan lebih dalam sehari, masuk sekolah jam 07.00 dan sekolah berakhir pada pukul 15.00. Selain itu, mereka juga akan dihadapkan pada berbagai kegiatan sekolah baik ekstrakurikuler maupun intrakurikuler yang harus diikuti oleh setiap siswa. Pada dasarnya kegiatan ini baik untuk melatih keterampilan siswa, namun aktifitas ini juga bisa menjadi penghambatnya dalam belajar. Mereka menjadi tidak memiliki banyak waktu dalam mengikuti program belajar di tempat lain, seperti bimbel karena seringkali jadwalnya tidak bisa menyesuaikan dengan aktifitas sekolah yang padat. Oleh karena itu, agar kegiatan sekolah dan belajarnya tetap bisa berjalan dengan baik, les privat bisa menjadi pilihan. Sebab, les privat menjanjikan kemudahan dalam waktu belajar yang fleksibel.

9. Kurang menggapai hasil

Dengan mengikuti program bimbingan belajar, siswa memang diajarkan untuk memiliki kemampuan beradaptasi di segala situasi. Mereka akan banyak bertemu dengan teman-teman dari berbagai sekolah dengan latar belakang yang berbeda. Maka dengan masuk bimbel, ia akan belajar bersosialisasi. Namun, hal ini dibarengi dengan sulitnya mencapai konsentrasi belajar ketika mengikuti les di bimbel. Mengapa? Karena banyaknya teman dalam satu kelas bisa memecah konsentrasi nya sehingga ia tidak fokus pada pelajaran. Ada saja siswa lain yang mengajaknya bercanda, dan berbicara pada saat pembelajaran berlangsung. Sehingga pada saat guru menerangkan pelajaran, ia menjadi tidak faham dan berdampak pada hasil belajar yang kurang maksimal.

10. Biaya mahal

Percaya atau tidak percaya, bahwa kegiatan belajar mengajar di bimbel jauh lebih mahal ketimbang belajar secara privat. Kok bisa? Yuuk kita hitung:

  • Transportasi anak pulang pergi Rp.30.000 x 8 sesi = Rp.240.000,-
  • Iuran bimbel Rp.850.000
  • Total pembayaran anda ke bimbel mencapai Rp.1.090.000,-

Sedangkan Biaya Les Privat Juara-Kelas Bandung hanya Rp. 670.000,- per 8 sesi.

Sangat jauh bukan perbedaannya? Jika anda memilih les privat yang diambl adalah keefektifan belajarnya. Masih mau belajar di bimbel? Yuuuk ikut program les privat di rumah.

11. Pilihan program les terbatas

Beberapa tempat les di hanya menyediakan mata pelajaran tertentu yang bisa di pelajari, seperti matematika saja atau bahasa inggris saja. Di les privat puluhan program, akan kami sajikan untuk anda. Mulai dari les privat mata pelajaran sekolah, kesenian, bahasa asing, olahraga sampai mengaji pun ada.

12. Tidak mendapat perhatian khusus dari guru

Banyaknya siswa membuat perhatian guru menjadi terpecah belah. Karena ia juga harus memperhatikan siswa yang lainnya. Oleh karena itu, siswa yang kurang aktif akan menjadi sangat tertinggal oleh kawannya yang aktif. Jika anda mengikuti les privat, tidak ada kata ketinggalan dalam belajar. Perhatian guru seratus persen (100%) full dicurahkan hanya untuk anak anda.

13. Sering tidak mengikuti bimbingan belajar

Belajar di bimbel yang letaknya jauh dari rumah, membuat anak tidak bisa dipantau. Seringkali, anak izin dari rumah untuk mengikuti bimbingan belajar, namun ia malah bolos dan main di warnet, playstation, main layangan, jalan-jalan di mall, atau main di rumah temannya. Hal ini yang membuat rugi semuanya, seperti rugi uang, rugi waktu, rugi tenaga, rugi pembelajaran di sekolah, rugi pengawasan orang tua, rugi transportasi dan masih banyak kerugian lainnya jika hal ini terjadi. Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya maka ikuti program les privat di rumah.

14. Tidak bisa memilih guru

Perlu disadari bahwa setiap siswa memiliki kemampuan belajar yang berbeda. Kemampuan siswa yang satu dalam mencerna pelajaran, tidak bisa disamakan dengan siswa yang lainnya. Ada siswa yang mudah cocok dengan banyak tipe guru, namun ada juga siswa yang memilih-milih pengajarnya. Siswa yang cenderung pemilih, akan sulit menerima pelajaran dari guru nya. Karena dari awal, ia sudah tidak menyukai guru nya. Maka solusi dari semua ini ialah mendatangkan guru les privat ke rumah. karena orang tua dapat memilih guru di lembaga les privat tersebut yang sesuai dengan criteria dari orang tua dan siswa.

Les privat memang memberikan banyak sekali keuntungan yang tidak bisa ditemukan di tepat belajar lainnya. Itu hanya sebagian alasan orang mengikuti program les privat di rumah. tentunya masih banyak alasan lain yang melatarbelakangi seseorang untuk mendatangkan guru les ke rumahnya. Upaya ini pada dasarnya tidak terlepas dari keinginan untuk mewujudkan hasil belajar yang maksimal. Yang bisa membanggakan sang buah hati dan orang tua tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • four × five =