Motivasi belajar merupakan salah satu pendorong bagi kemajuan siswa. Motivasi belajar untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap apa yang dipelajari bisa mendukung pada pencapaian prestasinya. Motivasi memang memiliki peran yang penting bagi siswa dalam menjalani kegiatan sekolah atau aktivitas belajarnya.

Motivasi belajar siswa itu bisa dari semua lingkungan baik itu lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah.

Seperti yang dilansir mjeducation.com, Berikut beberapa tips memotivasi siswa yang dapat menggaet perhatian siswa dalam belajar.

Deskripsikanlah tujuan dan target dari pelajaran

Siswa akan sulit mengikuti pelajaran ketika mereka tidak tahu tujuan dan target dari suatu pelajaran. Bahkan mereka cenderung menyerah dan malas mempelajarinya. Di awal pertemuan, seorang pengajar perlu memberikan gambaran singkat sekitar pelajaran yang akan diajarkan. Seperti batas-batas materi, implementasi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari dan bentuk-bentuk ujian yang akan mereka hadapi terkait pelajaran itu. Sehingga, mereka memiliki pandangan yang jelas tentang apa yang akan mereka pelajari.

Berilah ruang untuk ‘bersalah’

Pada beberapa pelajaran kadang diperlukan interaksi dengan siswa. Tetapi, kebanyakan siswa takut untuk mengikuti sesi ini. Bila demikian, seorang guru harus memberikan ruang bagi siswanya untuk ‘bersalah’. Bersalah di sini bukan berarti melakukan kesalahan yang bernilai larangan, melainkan kesalahan karena ketidaktahuan akan suatu poin materi. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa tidak selalu bernilai negatif. Justru, kadang mereka lebih banyak belajar dari kesalahan yang pernah mereka perbuat. Dengan memberikan mereka sedikit ruang untuk melakukan kesalahan, terciptalah kelas ‘trial and error’ yang dapat mendorong siswa untuk ‘mau’ dan ‘berani’ mencoba hal-hal baru. Sehingga, suasana kelas menjadi lebih hidup dan bergairah.

Berikanlah feedback positif dan kurangi keluhan kosong

Sering-seringlah memberikan respon positif pada siswa. Tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa feedback hanya diberikan pada hasil usaha anak, bukan karena karakteristiknya. Dalam buku Nurture Shock yang ditulis oleh Po Bronson dan Ashley Merryman dinyatakan bahwa seorang anak yang sering dipuji kepintarannya cenderung akan mengurangi frekuensi mereka dalam belajar. Sebagai contoh, lebih baik kita mengatakan “saya melihat usaha kamu sudah baik sekali” daripada “wow! Kamu pintar juga ya…”.

Berikanlah contoh yang sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Faktanya, kebanyakan siswa yang berhasil bukan berarti karena mereka tertarik pada semua pelajaran. Mereka cenderung lebih bisa memahami pelajaran ketika dihadapkan pada contoh ‘real’ yang memiliki nilai praktik dalam kehidupan mereka. Sebisa mungkin, pelajaran dikemas dengan beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari. Selain dapat meningkatkan minat mereka pada pelajaran, cara ini juga dapat memberikan beberapa kecakapan khusus yang sesuai dengan masa tumbuh kembangnya.

Kadang guru perlu keluar lingkaran

Siswa sering bosan dengan kegiatan yang sama setiap hari. Belajar di kelas dan mendengarkan presentasi dari guru. Dengan sedikit variasi, suasana kelas yang kaku dapat berubah menjadi taman bermain yang menyenangkan bagi mereka. Mungkin seorang guru perlu sesekali mengajak siswa belajar keluar kelas dan memberikan mereka kesempatan untuk berargumen tentang fenomena yang ada di sekitar mereka, atau sekadar mengubah suasana kelas menjadi sebuah ‘quiz game’ yang secara otomatis memberikan konsekuensi bagi mereka yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. Selama bisa mengundang gairah belajar siswa dan tidak memprovokasi mereka untuk melakukan hal yang negatif, cara ini masih bisa dibenarkan.

Gunakan media-media yang berbeda

Tiap siswa memiliki cara yang berbeda untuk belajar. Guru dapat tetap menarik perhatian mereka dengan presentasi pelajaran yang sesuai dengan cara belajar siswa yang bermacam-macam. Bila perlu, gunakan teknologi baru yang edukatif atau media-media peraga yang lain. Beberapa siswa mudah menerima pelajaran yang diajarkan secara kinestetik. Dengan membuat materi pelajaran semakin terjamah secara fisik (dapat dikatakan, dibaca, diucapkan, dilihat dan disentuh) akan sangat membantu mereka memahaminya.

Akhirnya, motivasi terbesar bagi siswa adalah gurunya. Siswa kadang bersikap sesuai antusiasme gurunya. Setiap guru pasti memiliki keluhan dalam mengajar, tetapi membiarkan hal itu menggerogoti semangat mengajarnya bukanlah keputusan yang bijaksana. Meskipun dia telah melakukan keenam tips di atas. Tanpa antusiasme, pelajaran yang dibawakan hanya akan seperti ceramah yang ‘garing’. Seorang guru harus mampu mengendalikan suasana hatinya, sehingga dia dapat menguasai suasana kelas dengan baik dan siswa pun senantiasa bergairah dalam mengikuti pelajaran.

Beberapa kegiatan diatas merupakan gambaran pentingnya sebuah motivasi belajar dan langkah apa saja yang bisa dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • sixteen + thirteen =